Proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung bisa dibilang merupakan salah satu ambisi pemerintahan Presiden Jokowi. Meskipun izin pembangunan proyek ini telah turun, namun sejumlah kendala dan kekhawatiran muncul di lapangan. Termasuk biaya nvestasi yang terbilang amat besar untuk ukuran Indonesia yang sedang menghadapi banyak tantangan.

proyek kereta api cepat jakarta bandung

foto:tempo.co

Untuk memotret lebih detail tentang proyek ambisius ini, berikut ini 9 fakta yang cukup mencengangkan yang sebaiknya anda tahu.

1. Proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung ini akan dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC). Ini merupakan gabungan konsorsium BUMN Indonesia dengan konsorsium Cina dengan pembagian komposisi investasi Indonesia 60 persen dan 40 persen Cina. “Selama masa konsesi, konsorsium juga akan membangun, mengoperasikan, dan merawat seluruh prasarana dan sarana kereta cepat agar clear and clean atas diserahkan kepada pemerintah setelah masa konsesi berakhir. Pokoknya konsorsium akan mempertaruhkan kualitas kami,” kata Hanggoro Budi Wiryawan, Direktur Utama PT KCIC kepada wartawan di Jakarta.

2. Proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung akan membuat Indonesia menjadi negara pertama dan satu-satunya di ASEAN yang mampu membangun kereta cepat (high speed train/HST) sebagai transportasi massal.

3. Total biaya investasi untuk Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung sebesar US$ 5,1 miliar atau sekitar Rp 72,5 triliun. Sedangkan konsesi yang akhirnya diberikan oleh pemerintah untuk proyek ini adalah selama 50 tahun.

4. Kecepatan Kereta Api Cepat Jakarta Bandung ini adalah sekitar 350 Km/Jam sehingga akan mampu menempuh Jakarta-Bandung dalam waktu hanya beberapa menit saja.

5. Harga tiket yang dikenakan untuk Kereta Api Cepat Jakarta Bandung adalah Rp 200 ribu/orang, sebuah harga yang sesuai dengan kecepatan dan kenyamanan yang ditawarkannya.

6. Proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung ini akan membangun jalur kereta api sepanjang 142 Km.

7. Kereta Api Cepat ini memiliki wilayah Transit Oriented Development (TOD) di beberapa tempat, yaitu di Halim, Karawang, Walini dan di Tegal Luar. Wilayah TOD ini akan mendapat perlakuan khusus dalam pengembangannya. Bahkan kabarnya Walini akan dijadikankota seperti Korea.

8. Kereta Api Cepat Jakarta Bandung adalah Proyek B to B (Business to Business) yang tidak melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Apakah benar demikian, masyarakat perlu ikut memantau perkembangan proyek besar ini.

Baca juga Tragedi Pulomas

9. Sejumlah pihak meragukan keberhasilan proyek ini dan menganggap lebih penting membangun proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Surabaya ketimbang Jakarta Bandung. Sebuah penelitian yang dilakukan UGM memperkirakan proyek ini akan merugi.

10. Proyek ini akan melibatkan banyak sekali tenaga kerja, termasuk tenaga kerja Cina yang didatangkan ke Indonesia. Penangkapan 5 tenaga kerja Cina tak berizin di Halim turut mewarnai perjalanan proyek yang sempat menimbulkan pro dan kontra tersebut.

Itulah 10 fakta tentang Proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung yang sebaiknya anda tahu, dan semoga informasi ini bermanfaat untuk anda.