Indo Trend



loading...
Judul:BATAL KE ACEH SEMUA MENTERI2 DIKUMPULIN, Presiden Jokowi Evaluasi Seluruh Proyek Strategis Nasional
Durasi:00:10:15
Dilihat:35,899x
Diterbitkan:16 April 2018
Sumber:Youtube
Suka Ini ?:

Pembangunan Hunian Terus Dipercepat untuk Kurangi Selisih Permintaan dan Pasokan
Pemerintah akan terus berupaya memangkas selisih pasokan dan permintaan rumah (backlog) yang masih tinggi. Dalam rapat terbatas sore ini, Senin, 16 April 2018, Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran terkait membahas seputar percepatan pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat.
“Kita tahu bahwa dalam tiga tahun terakhir, pemerintah bukan hanya melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, baik bandara, pelabuhan, bendungan, listrik, dan jalan di seluruh pelosok tanah air. Tapi pemerintah juga melakukan percepatan pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat,” kata Presiden Jokowi di Kantor Presiden mengawali arahannya.
Tahun ini, Kepala Negara telah meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengejar target penyediaan perumahan bagi rakyat. Percepatan dan kejar target yang akan dilakukan pemerintah itu diharapkan akan mampu mengurangi backlog rumah yang hingga saat ini telah mencapai 11,4 juta unit.
Kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri juga mendapat perhatian dari pemerintah. Presiden meminta jajarannya untuk memperhatikan kebutuhan perumahan yang layak bagi para abdi negara itu.
“Saat ini berdasarkan laporan yang saya terima terdapat 945 ribu ASN, 275 ribu TNI, dan 360 ribu anggota Polri yang belum memiliki rumah yang bersifat permanen. Untuk itu, ratas sore ini saya juga mengundang ketua Dewan Komisioner OJK, Dirut Bank-Bank BUMN, Dirut Bank DKI, dan Bank Jabar, ASABRI, serta Taspen untuk membicarakan langkah-langkah terobosan dari sisi pembiayaan,” ucapnya.
Pemerintah tentunya berharap akan muncul tambahan alternatif pembiayaan pembangunan perumahan di luar skema pembiayaan yang telah ada. Dengan itu diharapkan kebutuhan masyarakat dan para abdi negara akan tempat tinggal yang layak dapat segera terpenuhi.
“Saya berharap penyediaan perumahan bagi ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri bisa dipercepat sehingga mereka bisa terpenuhi kebutuhan pokoknya, semakin konsentrasi dalam bekerja, serta mendorong efek ganda bagi pertumbuhan ekonomi negara kita,” tandasnya.
Proyek Strategis Nasional Terus Dikebut Penyelesaiannya
Dalam rapat terbatas pada Senin siang, 16 April 2018, Presiden Joko Widodo kembali mengevaluasi pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) hingga awal tahun 2018 ini. Kepala Negara kembali menekankan agar sejumlah PSN yang belum selesai pada tahun 2017 lalu dapat segera diselesaikan.
“Proyek-proyek strategis nasional yang belum rampung di tahun 2017 saya minta agar segera diselesaikan pengerjaannya untuk tahun ini. Begitu pula dengan program dan proyek strategis nasional yang direncanakan untuk mulai dikerjakan 2018 betul-betul dipastikan eksekusinya di lapangan,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta.
Presiden kemudian meminta agar perancangan dan pengerjaan PSN dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah perekonomian daerah sekaligus mengurangi ketimpangan dan kemiskinan. Oleh karenanya, menurut Presiden, PSN harus mampu berintegrasi dengan pengembangan sektor-sektor unggulan yang dikembangkan masing-masing daerah.
“Misalnya tol laut harus dipastikan bahwa program ini benar-benar bisa menurunkan biaya logistik, berdampak pada turunnya harga-harga bahan pokok yang diperlukan rakyat terutama di daerah-daerah kepulauan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan kepada jajarannya agar terus melakukan komunikasi publik kepada masyarakat agar mengetahui manfaat yang akan mereka peroleh dari pengerjaan PSN di daerah masing-masing. Dengan mengetahui manfaat yang ada, masyarakat diharapkan memiliki rasa ikut memiliki dan tumbuh kesadaran untuk turut serta mengawasi pelaksanaan proyek-proyek yang ada.
“Tidak kalah pentingnya yaitu ikut menjaga dan memelihara setelah proyek tersebut selesai,” ia menambahkan.
Selain itu, Presiden kembali mengingatkan jajarannya agar pengerjaan PSN tidak hanya mengandalkan APBN semata. Pihaknya perlu melakukan terobosan dan menawarkan skema pembiayaan alternatif yang mampu menarik minat para investor.
“Dalam pelaksanaannya saya juga minta jangan semuanya dilakukan oleh BUMN, jangan juga dikerjakan oleh anak-anak BUMN. Libatkan sektor swasta terutama swasta-swasta yang berada di daerah di mana proyek tersebut dikerjakan,” tandasnya.
Sumber BPMI

BAGIKAN KE TEMAN ANDA


loading...